Selasa, 20 Januari 2026

Nilai Dolar dan Mata Uang Asing di Suriah

Nilai tukar pound Suriah di Provinsi Daraa menunjukkan perbaikan pada Senin, 19 Januari 2026, sebagaimana dipantau jaringan lokal. Pergerakan ini kembali memunculkan wacana lama mengenai kemungkinan penyederhanaan mata uang dengan memangkas tiga nol dari nominal yang beredar.

Dalam skema pemotongan tiga nol, setiap 1.000 pound Suriah lama akan setara dengan 1 pound Suriah baru. Kebijakan semacam ini bukan hal baru di dunia, dan biasanya bertujuan mempermudah transaksi, pencatatan, serta persepsi nilai mata uang di masyarakat.

Jika kurs dolar Amerika yang saat ini berada di kisaran 11.300 hingga 11.400 pound Suriah lama dikonversi ke mata uang baru, nilainya akan berada di rentang 11,3 hingga 11,4 pound Suriah baru per dolar. Angka ini jauh lebih ringkas dan mudah dibaca.

Hal yang sama berlaku untuk kurs euro. Nilai euro yang berada di kisaran 13.300 hingga 13.450 pound Suriah lama akan berubah menjadi sekitar 13,3 hingga 13,45 pound Suriah baru setelah pemangkasan tiga nol.

Untuk mata uang regional, lira Turki yang diperdagangkan pada kisaran 260 hingga 262 pound Suriah lama akan setara dengan sekitar 2,6 hingga 2,62 pound Suriah baru. Konversi ini membuat transaksi lintas mata uang terasa lebih sederhana.

Riyal Saudi yang tercatat berada di kisaran 3.051 hingga 3.078 pound Suriah lama akan berubah menjadi sekitar 3,05 hingga 3,08 pound Suriah baru. Angka tersebut mendekati rasio yang umum dipakai masyarakat dalam perbandingan mata uang.

Sementara itu, dinar Yordania yang sebelumnya mencapai sekitar 15.933 hingga 16.074 pound Suriah lama akan bernilai sekitar 15,9 hingga 16,1 pound Suriah baru. Nilai tinggi dinar tetap terlihat, namun tanpa deretan nol yang panjang.

Dinar Kuwait, yang termasuk mata uang termahal di kawasan, saat ini berada di kisaran 36.951 hingga 37.278 pound Suriah lama. Setelah redenominasi, nilainya akan berada di sekitar 36,9 hingga 37,3 pound Suriah baru.

Perubahan nominal juga akan sangat terasa pada sektor emas. Harga emas 21 karat yang saat ini dijual sekitar 1.485.000 pound Suriah lama akan setara dengan sekitar 1.485 pound Suriah baru per gram.

Untuk harga beli emas 21 karat di kisaran 1.435.000 pound Suriah lama, setelah pemotongan tiga nol nilainya menjadi sekitar 1.435 pound Suriah baru. Selisih jual-beli tetap sama secara nilai riil.

Emas 18 karat yang dijual sekitar 1.273.000 pound Suriah lama akan berubah menjadi sekitar 1.273 pound Suriah baru per gram. Sedangkan harga belinya di kisaran 1.220.000 lama menjadi sekitar 1.220 baru.

Biaya ongkos pembuatan emas yang dibatasi hingga 130.000 pound Suriah lama per gram juga akan disederhanakan menjadi sekitar 130 pound Suriah baru. Ini membuat negosiasi antara pedagang dan pembeli jauh lebih praktis.

Dalam konteks pengiriman uang, nilai dolar remitansi di pasar gelap yang mencapai sekitar 11.200 pound Suriah lama akan setara dengan sekitar 11,2 pound Suriah baru. Biaya tambahan per transaksi pun akan terlihat lebih kecil secara nominal.

Kurs resmi remitansi yang ditetapkan bank sentral, yakni sekitar 11.000 pound Suriah lama per dolar, akan menjadi sekitar 11 pound Suriah baru. Untuk euro resmi di kisaran 12.793 pound lama, nilainya menjadi sekitar 12,79 baru.

Meski perubahan ini terlihat signifikan secara visual, para ekonom menekankan bahwa pemotongan tiga nol tidak otomatis meningkatkan daya beli. Nilai riil barang dan jasa tetap sama, hanya cara penyebutannya yang berubah.

Namun dari sisi psikologis, redenominasi sering dianggap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional. Angka yang lebih kecil dan rapi dinilai lebih mudah diterima dalam transaksi harian.

Bagi pelaku usaha kecil, pencatatan keuangan akan menjadi lebih sederhana. Harga barang yang sebelumnya mencapai puluhan atau ratusan ribu akan berubah menjadi puluhan atau ratusan unit mata uang baru.

Di sisi lain, pemerintah dan lembaga keuangan harus menyiapkan proses transisi yang jelas agar tidak terjadi kebingungan. Penyesuaian sistem, kontrak, dan harga harus dilakukan secara serentak.

Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa keberhasilan redenominasi sangat bergantung pada stabilitas ekonomi makro. Tanpa inflasi yang terkendali, pemotongan nol hanya akan bersifat kosmetik.

Dalam konteks Suriah, perbaikan nilai tukar yang dilaporkan di Daraa menjadi latar penting bagi wacana ini. Stabilitas relatif dapat menjadi modal awal sebelum kebijakan besar diterapkan.

Pemerintah Suriah secara resmi telah menerapkan kebijakan pemangkasan nominal mata uang atau redenominasi, sebagai bagian dari upaya penyederhanaan sistem keuangan nasional dan pemulihan kepercayaan publik. Dalam kebijakan ini, tiga nol dipangkas dari pound Suriah, sehingga nilai nominal menjadi lebih ringkas tanpa mengubah nilai riil daya beli. Meski demikian, uang lama dengan nominal besar masih tetap beredar di masyarakat dan diakui sah sebagai alat pembayaran selama masa transisi yang telah ditetapkan.

Bank sentral dan lembaga keuangan kini menjalankan proses pertukaran secara bertahap, di mana uang lama dapat ditukar dengan mata uang baru melalui bank dan kanal resmi lainnya. Pemerintah menegaskan bahwa masa peralihan ini dimaksudkan untuk mencegah gangguan transaksi, memberi waktu adaptasi bagi pelaku usaha dan masyarakat, serta memastikan stabilitas harga. Selama proses berlangsung, harga barang dan jasa ditampilkan dalam dua satuan untuk menghindari kebingungan, sembari menyiapkan penarikan bertahap uang lama dari peredaran.

marbun

Author & Editor

Please don't hesitate to contact us via email: redaksi.dekho@gmail.com, we are looking forward to wait for your suggestion for improving of our business..

0 komentar:

Posting Komentar