Senin, 14 Januari 2019

Potensi Emas Tapanuli

ilustrasi
Sumatera Utara kaya dengan potensi Tambang, khususnya emas. Itu yang membuat banyak penguasa asing yang tertarik menyerbu. Salah satunya adalah kerajaan Chola dari India.

Mandailing di bawah pendudukan Chola dari India:

Pada abad ke-10, Rajendra dari Kerajaan Chola di Koromandel, selatan anak benua India, memindahkan pusat pemerintahannya di Mandailing ke daerah Hang Chola (Angkola) atau Gangaikonda Cholapuram. Rajendra Chola I (bahasa Tamil: முதலாம் இராஜேந்திர சோழன்) adalah putra Rajaraja Chola I. Ia menjadi raja Chola pada tahun 1014. Selama kekuasaannya, ia memperluas wilayah kerajaan hingga ke tepi Sungai Gangga di utara, Burma, Kepulauan Andaman dan Nikobar, Lakshadweep, Maladewa, menaklukan Sriwijaya (Sumatra, Jawa dan Semenanjung Malaya di Asia Tenggara), dan Kepulauan Pegu. Ia menaklukan Mahipala, raja Pala dari Benggala dan Bihar, dan untuk mengenang kemenangannya ia membangun ibukota barunya yang disebut Gangaikonda Cholapuram. Rajendra adalah raja India pertama yang membawa angkatan bersenjatanya ke luar negeri. Ia juga membangun kuil untuk Siwa di Gangaikonda Cholapuram. (https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Mandahiling)

Lihat:

1. Peta potensi tambang di Humbang Hasundutan: http://pinapannews.blogspot.com/2018/02/peta-potensi-tambang-emas-dolok-pinapan.html
2. Ekspansi Pagayuyung ke Sumatera Utara: https://sites.google.com/site/muslimjawiperca/masa-islam-aceh/ekspansipagaruyung
3. Sejarah tambang emas di Indonesia: https://www.geologinesia.com/2016/12/sejarah-penambangan-emas-di-indonesia.html
4. Peta potensi tambang di Indonesia: https://www.plengdut.com/potensi-sumber-daya-tambang-di-indonesia/174/
5. Ladang emas ditemukan di Pahae, Tapanuli Utara: https://ekonomi.bisnis.com/read/20130827/44/159008/ladang-emas-ditemukan-di-pahae-tapanuli-utara
6. Potensi tambang emas di Garoga, Tapnuli Utara: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/02/09/282531/antam-eksplorasi-emas-di-garoga-taput/

SERE DO HAPE TANO MANDAILING ON

Ungkapan kalimat yang sering terdengar sejak zaman dahulu yakni "Sere Do Hape Tano Mandailing On".. ungkapan kalimat ini di konotasikan menggambarkan wilayah geografis Mandailing yang sangat subur dan kaya akan potensi alamnya.

Semula banyak orang mengartikan kata "Sere" dalam kalimat diatas yang menggambarkan kesuburan tanah mandailing dengan hasil pertanian yang berlimpah ruah. juga keberadaan sungai Batang Gadis dan Sugai Batang Natal banyak mengandung butiran biji biji emas yang dijadikan masyarakat sebagai cadangan darurat atau alternatif usaha apabila sewaktu waktu harga hasil pertanian dan perkebunan tidak mencukupi atau puso.

Kemudian diwilayah Mandailing terdapat ratusan lubang lubang tambang peninggalan belanda yang mencapai ratusan bahkan ribuan meter ke dalam tanah, dahulu masyakat mandailing tidak mengetahui bahwa didalam batu batuan gunung itu banyakmengandung biji biji emas,

Berdasarkan keterangan dari orang orang tua bahwa alasan pihak belanda dahulu membuat lobang lobang mencapai ribuan meter kedalam tanah adalah sebagai tempat perlindungan dan persembunyian bagi masyarakat apabila sewaktu waktu ada serangan musuh dari luar. dan masyarakatpun ikut membantu membuat lubang dan batu batuan lubang tersebut diangkut dengan pedati ke natal dengan alasan akan di kirim ke belanda memakai kapal laut karena di belanda tidak cukup batu batuan untuk pembangunan. ternyata batu batuan yang di angkut oleh belanda itu adalah batu batuan yang mengandung biji emas.

Sikitar tahun 2000 an banyak putra putri mandailing yang merantau mengadu nasib ke tanah jawa, yang kebetulan salah seorang ada yang membuka warung kelontong di daerah pongkor jawa barat, di daerah pongkor banyak penduduk mempunyai usaha tambang emas dengan membuat lubang mencapai ribuan meter kebawah tanah dan mengolah batu batuan gunung untuk mendapatkan biji emas, putra mandailing yang berjualan di pongkor melihat batu batuan tambang yang mengandung emas tersebut dan dia berpikir kalau batu batuan itu sama persis dengan batu batuan di mandailing yaitu daerah huta bargot, lalu dia mengajak beberapa orang dari pongkor yang berpengalaman mencoba membuka tambang di wilayah hutabargot.. Ternyata hasilnya batu batuan gunung diwilayah hutabargot mengadung biji biii emas yang akhirnya masyakat mandailing beramai ramai membuka lubang tambang emas di hutabargot. berdasarkan wawancara dari pengalaman pengalaman penambang di hutabargot mereka sering mendapatkan emas dari 1 (satu) goni = 50 (limapuluh)kg batu tambang sering mendapatkan emas diatas 1 (ons) bahkan sampai lebih 1 kg emas per karung batu,
Setelah masyarakat mengetahui batu batuan dimandailing mengadung biji emas masyarakatpun menyebar melakukan penambangan penambangan yang tidak jarang dilihat mulai dari muara sipongi, ulupungkut, daerah kotanopan, hutabargot, naga juang, batang natal, lingga bayu, ranto baik, sinunukan, batahan dll

Ternyata kalimat "Sere do hape mandailing on" terjawab sudah.. Namun yang menjadi tantangan bagi masyarakat mandailing adalah peningkatan kwalitas SDM nya sehingga kekayaan alam mandailing dapat dinikmati oleh masyarakat mandailing itu sendiri.. (sumber)

Lihat di sini

Rabu, 18 Oktober 2017

Konsep Pesawat Masa Depan

Belum ada maskapai yang berani menerbangkan konsep pesawat masa depan.

Walau bisa teknologi dan perangkatnya sudah bisa diciptakan sekarang.

Berikut beberapa di antaranya:



Rabu, 18 Januari 2017

Contoh Keterangan Pers untuk Usaha

2017 merupakan tahun tumbuhnya banyak startup oleh masyarakat.

Namun sering kali, startup hanya diperkenalkanmelalui media sosial. Padahal dengan membuat rilis atau keterangan pers yang singkat, startup tersebut dapat dikenal lebih luas.

Caranya dengan mengirim ke media massa, bloger atau situs lainnya. Mungkin tidak semua akan mempublikasikannya, tapi minimal akan dibaca oleh admin yang bersangkutan.

Berikut adalah contoh keterangan pers yang baik.

Lihat sumber


Dealoka perusahan startup besutan pertama dari inkubator Ideabox Indosat mengumumkan telah menerima pendanaan Seri A dari SoftBank-ISAT fund. Dealoka adalah platform marketing bagi merchant dapat mengirimkan penawaran menarik dan personal kepada konsumen. Sementara SB–ISAT adalah dana yang disediakan oleh Indosat bekerjasama dengan Softbank, dimana dana ini akan digunakan untuk pengembangan perusahaan–perusahaan terdepan di Indonesia yang bergerak di bidang e–commerce, digital dan social media dan layanan keuangan mobile.

Melalui Dealoka konsumen dapat menukarkan kupon geo–tag buatan merchant dengan sekali sentuh, atau membelinya di tempat yang telah tersedia. Sejak peluncuran pada bulan Juni 2014, permintaan terus meningkat pesat dan mencapai lebih 35.000 lebih unduhan aplikasi hingga hari ini.

Sejak dibesut dari Ideabox, Dealoka dijadikan sebagai mitra teknologi Indosat untuk program akuisisi (IM3, Mentari Ooredoo dan Matrix) dan juga sebagai platform penukaran poin dan voucher digital Indosat. Program akuisisi yang telah dijalankan bersama Indosat termasuk aneka manfaat dari Blitz Megaplex dan berbagai voucher diskon digital yang disediakan khusus untuk konsumen Indosat.

“Indosat berkomitmen membangun ekosistem digital terkuat di Indonesia. Kami dapat mendanai dan mendukung berbagai perusahaan di berbagai tahap pertumbuhan, mulai kompetisi ide IWIC, pendanaan startup melalui Ideabox dan pendanaan tahap pertumbuhan melalui Dana SB ISAT. Investasi Dana SB ISAT pada Dealoka semakin menegaskan komitmen jangka panjang kami bagi banyak kalangan startup di Indonesia,” demikian Tauseef Riaz, Group Head Digital Business & Commercial Development Indosat.

“Kami senang bekerja sama dengan tim SB ISAT karena mereka sangat berpengalaman di bidang pemasaran seluler dan digital. Seperti halnya investasi SoftBank Alibaba telah menjadi raksasa marketing bagi kalangan merchant Tiongkok dalam bisnis online, kami bertekad memberdayakan merchant hulu–hilir di Indonesia untuk menjangkau konsumen tepat di saat yang tepat melalui pesan yang tepat. Kami ingin agar merchant mitra kami unggul di era digital ini,” demikian Sidnei Budiman selaku co–founder.

Dealoka terus berpromosi dengan beberapa merek ternama antara lain Blitz, Wendy dan Baskin Robbins, sambil sekaligus berpromosi bersama dengan divisi loyalitas Indosat untuk merchant tertentu seperti antara lain Giant, Bakerzin & Share Tea. Dealoka juga selama ini menjalankan promosi dengan banyak merchant lokal populer seperti Dinar Seafood, Piala-Bon, Boba Bits, Madu Bean, Twisto Potato dan Shabu Tei.

Tentang SoftBank Group
SoftBank Group terdiri atas SoftBank Corp. (TYO:9984) dan seluruh anak perusahaan dan rekanannya yang menawarkan pilihan lengkap layanan komunikasi seluler canggih, komunikasi saluran tetap dan layanan internet di seluruh dunia. Dengan bergabungnya Sprint pada Juli 2013, SoftBank Group menjadi operator global terkemuka dan saat ini memiliki 100 juta konsumen. Memaksimalkan sinergi di seluruh Kelompok usahanya secara global SoftBank bercita-cita merealisasikan taraf hidup baru melalui Teknologi Informasi. SoftBank Group juga mendorong penerapan energi bersih dan aman di seluruh kegiatan bisnisnya. Untuk info selengkapnya, kunjungi http://www.softbank.jp/en/corp/

Tentang Dealoka
Dealoka adalah platform marketing hiper–lokal yang memungkinkan merchant menyampaikan penawaran menarik kepada konsumen seraya memahami siklus aktivitas penuh konsumennya.
Dealoka membantu merchant memahami bagaimana produk mereka ditemukan oleh konsumen, kapan dan di mana konsumen menunjukkan minatnya terhadap produk tertentu, sampai pada tahap konsumen melakukan pembelian.
Tujuan dealoka adalah memberi penawaran atraktif berbasis lokasi untuk pembelian online hingga langsung di toko, dan di saat yang sama memberi jalan bagi merchants untuk memahami promo mana yang paling dianggap sukses. Hal ini akan mengasah kemampuan merchant dalam meraih sukses pemasaran dan penargetan ulang konsumen.

Kamis, 12 Januari 2017

Begini #Cara Mendirikan #Perusahaan #Pertambangan #Spirit212 #IdeBisnis

IUP eksplorasi adalah izin yang diberikan untuk kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan dalam rangka pertambangan. Menurut Pasal 29 Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (“PP 23/2010”), IUP eksplorasi diberikan berdasarkan permohonan dari badan usaha, koperasi, dan perseorangan yang telah mendapatkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan studi kelayakan, pemegang IUP eksplorasi yang mendapatkan mineral atau batubara yang tergali wajib melaporkan kepada pemberi IUP.

Persyaratan Untuk Memperoleh IUP Eksplorasi

Pasal 23 PP 23/2010 mengatur bahwa persyaratan IUP Eksplorasi meliputi persyaratan:

Administratif;
Teknis;
Lingkungan; dan
Finansial
A.  Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk badan usaha meliputi:

a.       Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara:

1.       surat permohonan;

2.       susunan direksi dan daftar pemegang saham; dan

3.       surat keterangan domisili.

b.      Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dari batuan:

1.       surat permohonan;

2.       profil badan usaha;

3.     akta pendirian badan usaha yang bergerak di bidang usaha pertambangan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;

4.       nomor pokok wajib pajak;

5.       susunan direksi dan daftar pemegang saham; dan

6.      surat keterangan domisili.

Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk koperasi meliputi:

a.       Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara:

1.       surat permohonan;

2.       susunan pengurus; dan

3.       surat keterangan domisili.

b.      Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dan batuan:

1.       surat permohonan;

2.       profil koperasi;

3.    akta pendirian koperasi yang bergerak di bidang usaha pertambangan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;

4.       nomor pokok wajib pajak;

5.       susunan pengurus; dan

6.       surat keterangan domisili.

Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk orang perseorangan, meliputi:

a.       Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara:

1.       surat permohonan; dan

2.       surat keterangan domisili.

b.      Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dan batuan:

1.       surat permohonan;

2.       kartu tanda penduduk;

3.       nomor pokok wajib pajak; dan

4.       surat keterangan domisili.

Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk perusahaan firma dan perusahaan komanditer meliputi:

a.       Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara:

1.       surat permohonan;

2.       susunan pengurus dan daftar pemegang saham; dan

3.       surat keterangan

b.      Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dari batuan:

1.       surat permohonan;

2.       profil perusahaan;

3.     akta pendirian perusahaan yang bergerak di bidang usaha pertambangan;

4.       nomor pokok wajib pajak;

5.       susunan pengurus dan daftar pemegang saham; dan

6.       surat keterangan domisili.

B.      Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam huruf b untuk IUP Eksplorasi, meliputi:

1.  daftar riwayat hidup dan surat pernyataan tenaga pertambangan dan/atau geologi yang berpengalaman paling sedikit 3 (tiga) tahun;

2. peta WIUP yang dilengkapi dengan batas koordinat geografis lintang dan bujur sesuai dengan ketentuan sistem informasi geografi yang berlaku secara nasional,

C.      Persyaratan lingkungan sebagaimana dimaksud dalam huruf c untuk IUP Eksplorasi meliputi pernyataan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

D.      Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud dalam huruf d untuk IUP Eksplorasi, meliputi:

1.  bukti penempatan jaminan kesungguhan pelaksanaan kegiatan eksplorasi; dan

2.  bukti pembayaran harga nilai kompensasi data informasi hasil lelang WIUP mineral logam atau batubara sesuai dengan nilai penawaran lelang atau bukti pembayaran biaya pencadangan wilayah dan pembayaran pencetakan peta WIUP mineral bukan logam atau batuan atas permohonan wilayah. (sumber)

Featured

Nasional

View more

Tips and Tricks

View more

Global

View more

Tutorials

View more

Wisata

View more

Olahraga

View more